Felcyubi

Halo lagi!
Kalian pasti bertanya, kenapa harus umbi-umbian? Awalnya kami juga tidak menyangka akan mengangkat tema umbi-umbian. Suatu hari, kami menemukan video tiktok tentang sorgum sebagai pengganti nasi. Menurut kami itu bisa dipakai untuk tema CP. Namun karena sorgum sulit ditemukan di Papua kami menggantinya dengan umbi-umbian. Kalau kita melihat zaman sekarang ini, banyak anak-anak dan remaja yang tidak menyukai umbi-umbian dan ubi. Padahal dulu ubi adalah makanan pokok di Papua, bahkan di Indonesia. Setelah banyak kali pertimbangan, kami memutuskan untuk memilih judul "Umbi-umbian Papua Tidak Ketinggalan Zaman". Tujuan CP kami adalah untuk membuat para Remaja untuk bisa lebih menyukai ubi. Secara Papua adalah salah satu daerah tempat penghasil umbi-umbian terbesar. Sudah sepatutnya kita bisa mengolahnya dengan baik. Selain itu secara tidak langsung kita bisa mendukung perekonomian mama-mama yang berjualan di pasar.
Kami memulai investigasi kami dengan melakukan survei pengetahuan dan ketertarikan siswa/i YPJ terhadap umbi-umbian, konsultasi dengan ahli gizi, hingga turun ke pasar untuk sedikit wawancara dengan mama-mama. Namu sayangnya agak sulit bagi kami untuk mendapatkan izin untuk merekam wawancara kami di pasar.
Action kami terbagi menjadi 3, yaitu bazar, masak bersama, dan presentasi edukasi. Dengan bazar, kami berharap siswa/i YPJ dapat mencoba berbagai olahan umbi Papua dan mulai menyukainya. Dari bazar ini juga kami mencoba membuktikan bahwa olahan umbi Papua juga menghasilkan nilai ekonomis. Kami juga mengajak adik-adik kelas untuk masak bersama, biasanya dilakukan hari jumat setelah pulang sekolah. Selain itu kami juga melakukan presentasi edukasi. Presentasi edukasi ini terbagi menjadi 2, yaitu presentasi secara langsung dan beberapa poster.
Sekian dulu ya!